Pengatur Timing Pengapian Digital dan Analog
![]() CDI Varro. Ada analog dan digital |
OTOMOTIFNET - CDI atau pengatur timing pengapian dari dulu terbagi dalam dua katagori. Yaitu, CDI analog dan digital. CDI analog banyak diterapkan di motor tempo doeloe. Sedang yang digital, sudah banyak diaplikasi di motor baru sekitar tahun 2000-an.
CDI analog di dalamnya terdapat IC atau chip yang isinya sudah diprogram oleh sang pembuatnya. “Jadi, pabrik CDI hanya tinggal memasangnya,” jelas Chris Tomas, pemilik merek CDI Varro.
CDI analog bisa dilihat pada Shogun 110 atau punya Supra X 100. Tidak punya limiter. “Programnya masih bisa dieksploitasi. Misalnya arus diperbesar supaya bunga api lebih gede,” jelas Tomas yang juga bos Suzuki Junior Motor Sport.
Berbeda dengan CDI digital. Biasanya sang pembuat IC atau chip menjualnya dengan program kosong. Nantinya isi program ditentukan oleh pabrik CDI. Jadi, satu jenis chip bisa dipakai untuk semua jenis motor. Hanya timing pengapian yang diseting berbeda. Bahkan limiter juga bisa ikut diprogram.
![]() CDI Shogun lama masih analog |
Namun CDI digital susah untuk diutak-atik. Terutama untuk mengekploitasinya. Soalnya isi program tidak bisa dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang masuk. Mekanik awam CDI akan susah modifikasi untuk mengubah timing pengapian.
Nah, dari kedua CDI itu timbul pertanyaan. CDI Varro yang unlimiter kan murah. Jangan-jangan, Varro itu sebenarnya CDI tempo dulu yang analog? Itu langsung ditangkis Tomas, katanya CDI Varro tergantung peruntukannya.
Maksudnya kalau yang untuk motor lama, CDI Varro menganut analog. “Tapi untuk motor baru, tentunya sudah digital semua. Sebab CDI Varro juga mengutamakan kualitas,” jelas Tomas yang bermarkas di Cibinong, Bogor, Jawa Barat itu. KODE PPC ANDA





















Posting Komentar